Tahapan marketing funnel kalau dikuasai secara mendalam akan meningkatkan penjualan dari brand Anda. Tools visualisasi data seperti Power BI, Looker Studio hingga Tableau banyak digunakan oleh perusahaan untuk membuat dashboard marketing funnel yang menarik.
Apa pengertian marketing funnel, tahapan apa saja yang ada, lalu tools visualisasi data mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda? Kami sajikan di artikel Artavista kali ini. Yuk simak!
Marketing Funnel Adalah

Mari mulai dengan pengertian marketing funnel dari beberapa referensi…
Melansir dari Amazon, Marketing Funnel adalah bagian penting dari proses pemasaran. Funnel ini menggambarkan perjalanan paling sederhana yang mungkin diambil pelanggan dalam perjalanan mereka menuju ke transaksi pembelian. Pada akhirnya, marketing funnel berfungsi sebagai kerangka kerja yang membantu bisnis terhubung dan berinteraksi dengan pelanggan sepanjang perjalanan mereka.
Selanjutnya, melansir dari Semrush, Marketing Funnel atau Corong pemasaran adalah model yang menunjukkan perjalanan pelanggan dari awal mengenal bisnis, layanan, atau produk hingga akhirnya melakukan pembelian. Model ini juga menggambarkan bagaimana calon pelanggan berubah menjadi pembeli yang pada akhirnya menjadi pelanggan setia yang mendukung bisnis Anda.
Sederhananya gini,
Marketing funnel adalah bentuk lain dari customer journey. Perjalanan dimulai dari seseorang tidak mengenal brand, mengenal, menimbang, melakukan pembelian, menilai produk, menjadi pelanggan setia hingga merekomendasikan bisnis kita kepada orang lain.
Sama halnya saat Teman Artavista, mulai tertarik dengan brand perawatan tertentu, pastinya akan membandingkan dengan brand lain, kalau dirasa oke selanjutnya akan membeli, bila hasilnya memuaskan pasti akan menjadi pelanggan setia bukan?

Setiap tahapan yang ada pada marketing funnel ini, dikumpulkan atau direkap datanya dalam bentuk angka.
Dengan teknik analisa dan visualisasi data, analisis marketing funnel menjadi lebih mudah dipahami dan actionable. Dari kemudahan ini, tim pemasaran dan divisi terkait lainnya lebih mudah untuk mengidentifikasi dari tahapan marketing funnel yang ada, area mana yang menyebabkan pelanggan kehilangan minat, sehingga bisa dilakukan optimasi.
Tahapan Marketing Funnel dan Contoh Nyata
Sama dengan yang sudah kita uraikan di atas, tahapan marketing funnel dimulai dari saat seseorang belum mengenal brand hingga menjadi pelanggan setia. Inilah tahapannya!
1. Awareness (Kesadaran)
Pada tahap ini, konsumen menyadari kebutuhan atau keinginannya akan suatu produk atau layanan. Mereka mulai mengenal merek Anda. Biasanya mereka akan mencari atau menemukan lewat iklan, media sosial, atau promosi lainnya.
Contoh: Seseorang melihat iklan produk skincare yang perusahaan Anda promosikan di instragram. Kebetulan ia juga sedang membutuhkan perawatan wajah. Pernah nggak sih Teman Artavista mengalaminya?
2. Consideration (Pertimbangan)
Setelah tahu, calon pelanggan akan mulai mencari informasi lebih mendalam tentang produk yang diinginkan. Mereka membandingkan merek Anda dengan kompetitor untuk mencari mana yang terbaik.
Contoh: Calon pelanggan akan membaca ulasan, melihat video review hingga membandingkan harga produk skincare dari beberapa merek. Sama saat kita mau berbelanja yah?
3. Purchase (Pembelian)
Setelah mempertimbangkan berbagai opsi yang ada, pelanggan memutuskan untuk membeli produk yang menurut mereka paling sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.
Contoh: Konsumen membeli paket skincare yang Teman Artavista jual melalui e-commerce atau toko resmi setelah mereka yakin produk kami yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Retention (Pembelian Kembali)
Jika pelanggan merasa puas dengan brand Anda, kemungkinan terbesar pasti membeli lagi bukan? Tahap ini penting untuk membangun hubungan jangka panjang.
Contoh: Pelanggan merasa kulitnya lebih sehat setelah menggunakan brand yang Anda jual, kemudian mereka membeli paket skincare dari brand Anda lagi.
5. Advocacy (Rekomendasi dan Testimoni)
Konsumen yang sangat puas menjadi loyal dan mulai merekomendasikan produk Anda kepada teman, keluarga, atau melalui media sosial. Tidak jarang mereka sering membicarakan brand Anda saat berkumpul. Pernah nggak mengalami hal seperti ini saat berkumpul, tiba-tiba ada teman yang menceritakan brand tertentu yang mereka pakai?
Contoh: Konsumen memberikan testimoni positif di media sosial dan merekomendasikan produk skincare Anda kepada teman-temannya.
Kunjungi juga artikel Artavista yang lain terkait tips bisnis dan visualisasi data:
Tips Membuat Visualisasi Data yang Efektif dan Contoh
7 Tips Membuat Annual Report yang Menarik dan Mudah Dipahami
Rekomendasi Belajar Tableau untuk Pemula
Bikin Marketing Funnel Pakai Tools Apa?
Ngomongin soal marketing funnel ini, Teman Artavista tahu nggak bagaimana cara membuatnya?
Marketing funnel sangat erat kaitannya dengan visualisasi data. Bagaimana tidak perusahaan selalu berusaha menciptakan dashboard marketing funnel yang mudah dipahami.
Paling sering biasanya perusahaan menggunakan tools Microsoft Excel. Tools ini sudah sangat famous dan lebih dulu dikenal untuk berkutat dengan angka dan grafik.
Namun, menggunakan tools visualisasi data seperti Power BI atau Tableau untuk membuat marketing funnel jauh lebih efektif dibandingkan dengan Excel. Alat visualisasi data dirancang untuk menangani data dalam jumlah besar dengan lebih cepat dan menyediakan fitur interaktif, seperti filter real-time, drill-down, dan grafik dinamis, yang mempermudah analisis mendalam. Sedangkan menggunakan Excel masih membutuhkan olah data secara manual dan rawan kesalahan.
Dengan tools visualisasi data dapat lebih mudah menyajikan laporan dalam format yang menarik dan mudah dipahami, sehingga membantu tim pemasaran mengambil keputusan berbasis data dengan lebih efisien.
Nah, kalau Teman Artavista membuat marketing funnel pakai tools yang mana? Excel, Power BI, Looker Studio atau Tableau?
4 Tools Membuat Marketing Funnel
Nah, berikut daftar tools yang dapat digunakan untuk membuat visualisasi data marketing funnel dengan mudah dan efektif:
1. Microsoft Excel dengan Add-Ons
Keunggulan:
- Familier bagi banyak pengguna.
- Add-ons seperti Power Query dan Power Pivot untuk meningkatkan analisis data.
- Cocok untuk dataset sederhana dengan kebutuhan visualisasi dasar.
- Cocok untuk: Usaha kecil dengan kebutuhan dasar.
2. Power BI
Keunggulan:
- Visualisasi interaktif seperti funnel chart, bar chart, dan heatmap.
- Integrasi dengan berbagai sumber data seperti Excel, SQL, dan API.
- Fitur drill-down untuk analisis mendalam.
- Cocok untuk: Perusahaan yang ingin laporan real-time dan kolaborasi lintas divisi.
3. Tableau
Keunggulan:
- Visualisasi data canggih dengan kemampuan drag-and-drop.
- Mudah membuat dashboard funnel interaktif.
- Mendukung integrasi dengan data CRM, Google Analytics, dan lainnya.
- Cocok untuk: Bisnis yang membutuhkan laporan visual yang kompleks dan fleksibel.
4. Google Looker Studio (dulu Google Data Studio)
Keunggulan:
- Gratis dan mudah digunakan.
- Terintegrasi langsung dengan Google Analytics, Ads, dan Sheets.
- Menyediakan template untuk funnel chart dan visualisasi lainnya.
- Cocok untuk: Usaha kecil hingga menengah dengan anggaran terbatas.
Sebenarnya, masih banyak tools lain yang bisa Teman Artavista gunakan. Hanya saja, kami mengulas tools yang sering digunakan oleh perusahaan di Indonesia berdasarkan pengalaman kami dalam proyek dan training visualisasi data.
Teman Artavista bisa juga kunjungin artikel terkait Visualisasi Data, Bisnis, Power BI, Looker Studio hingga Tableau di Blog Artavista.
Ingin Mahir Membuat Dashboard Marketing Funnel? Yuk Konsultasi Bersama Artavista!
Tidak hanya membuat dashboard funnel, kami menyediakan pelatihan dan training visualisasi data menggunakan tools terbaik seperti Power BI, Google Looker Studio hingga Tableau.
Hubungi kami sekarang di 0857-3556-4417 atau klik di sini untuk informasi lebih lanjut. Tingkatkan keahlian dan bawa pemasaran Anda ke level berikutnya!
Nah, itu dulu artikel tentang pengertian marketing funnel, tools untuk membuatnya, serta visualisasi data untuk marketing funnel. Semoga bisa menambah insight ya! Tidak lupa, kalau mau konsultasi bisa langsung WA tim Artavista di 0857-3556-4417. See you!