Apa fungsi DAX Power BI? Kalau artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang Pengenalan Power BI dan Fiturnya. Nah, artikel ini akan mengulas sekumpulan fungsi pada fitur DAX di Power BI. Yuk kita mulai pembahasannya!
Kalau kita amati, sekarang perusahaan mengandalkan Analisa dan Visualisasi Data untuk memahami data perusahaan yang jumlahnya sangat banyak. Lalu, dari sana mereka akan mengambil informasi penting dari data tersebut. Kemudian, terciptalah ide-ide dan strategi yang siap di eksekusi. Sebagai pemilik bisnis, apakah menurut Teman Artavista prosesnya mudah seperti yang kami uraikan? Tidak hanya jumlah data yang besar, namun data perusahaan yang disimpan secara menyebar pada berbagai sumber. Wah gimana nih?
Guna memudahkan manajemen data dan tugas yang berkaitan dengan Analisa serta Visualisasi Data perusahaan menggunakan Business Intelligence (BI) seperti Power BI ini. Apalagi, di dalamnya sudah berisi kumpulan fungsi untuk mengoptimalkan pekerjaan yang berkaitan dengan data. Fungsi inilah yang dalam Power BI disebut DAX. Yuk simak pengertian DAX dan fungsinya di artikel ini. Check this out!
Apa itu DAX?

Sebelum lanjut, yuk pahami dulu apa pengertian DAX. Dilansir dari dari Hevodata, Data Analysis Expressions (DAX) adalah sekumpulan fungsi dan operator yang sangat penting dalam Power BI.
Dari sumber lain Analyticsvidhya mengatakan bahwa DAX digunakan untuk mengungkap informasi bermakna yang masih tersembunyi di dalam kumpulan data mentah. Ungkapan ini sesuai juga dengan yang Microsoft katakan, DAX adalah kumpulan fungsi, operator dan konstanta yang membentuk sebuah formula atau ekspresi untuk menghitung dan mengembalikan satu atau lebih nilai. Dikatakan juga kalau DAX ini akan menemukan informasi baru dari data yang sudah ada sebelumnya.
Dari pemahaman ini, apa yang Teman Artavista tangkap? Sederhananya, DAX ini merupakan fitur Power BI yang di dalamnya terdapat banyak fungsi siap pakai yang sangat memudahkan Anda saat bekerja dengan data, mulai dari perhitungan kompleks, transformasi, analisa dan visualisasi data hanya dengan beberapa klik saja.
Berdasarkan pengalaman tim Artavista, mempelajari DAX ini sangat penting. Sesuai yang sudah disebutkan sebelumnya, kalau DAX berisi fungsi bawaan yang dapat mengoptimalkan pekerjaan Anda. Oleh karena itu, tanpa pengetahuan tentang DAX, Anda akan kesulitan dalam membuat visualisasi dan laporan di Power BI. Yap, karena mengerjakan visualisasi data secara manual, tanpa bantuan fungsi, akan butuh waktu yang lebih lama bukan?
Fungsi DAX yang Paling Sering Digunakan
Sebenarnya, fungsi DAX jumlahnya sangat banyak dan akan terus bertambah seiring update dari Power BI. Kali ini, kami mengulas fungsi DAX yang paling sering digunakan dan trend akhir-akhir ini. Yuk langsung saja kita mulai!
1. CALCULATE()
Fungsi Calculate merupakan fungsi yang sangat penting di Power BI karena digunakan untuk menerapkan, menambah dan mengganti filter. Kita bisa menambahkan beberapa filter dengan fungsi ini, dibandingkan harus bekerja secara berulang dengan banyak fungsi. Cara kerja fungsi ini sangat mirip dengan fungsi SUMIF, COUNTIF, dan AVERAGEIF pada Microsoft Excel.
Syntax:
CALCULATE(<expression>, <filter1>, <filter2>…)
Sedikit contoh, Anda memiliki tabel penjualan dengan kolom sales, date dan region. Anda dapat menggunakan fungsi CALCULATE ini untuk menghitung jumlah penjualan berdasarkan tanggal dan wilayah tertentu. Misalnya saja, untuk wilayah barat (west) dan tahun 2023.
CALCULATE(SUM(Sales[Amount]), Sales[Region]=”West”, YEAR(Sales[Date])=2023, MONTH(Sales[Date])=1)
2. FILTER()
Fungsi DAX selanjutnya, masih mirip dengan Calculate() yaitu Filter(). Namun, ia mempunyai perbedaan bahwa fungsi Filter() tidak bisa dimutasi, ia hanya mampu menghasilkan subset data. Nah, inilah cara menggunakan fungsi filter:
Syntax:
FILTER(<table>,<filter>)
Yuk kita coba masuk ke contoh, misalkan Anda ingin menyaring produk mana yang mempunyai jumlah penjualan lebih besar daripada 10. Maka kita dapat menuliskan formulanya sebagai berikut:
FILTER(Sales,Sales[Quantity] > 10)
3. ALL()
Fungsi pada fitur DAX ini, akan memudahkan pekerjaanmu ketika ingin menghapus filter. Yap, ALL() berfungsi untuk mengembalikan semua baris dalam sebuah tabel atau kolom seperti sedia kala atau menghapus semua filter yang telah kita terapkan. Nah, kalau kita perhatikan penggunaan fungsi ini paling sering diletakkan dalam fungsi CALCULATE atau AVERAGEX.
Nah, penulisan syntax untuk fungsi ALL() seperti:
ALL( [<table> | <column>[, <column>[, <column>[,…]]]] )
Kalau kita terapkan, berikut contohnya:
ALL ( Customer )
ALL ( Customer[Country], Customer[State] , Customer[City] )
4. VALUES()
Sesuai namanya, fungsi VALUES berfungsi untuk mengambil nilai unik dari sebuah tabel atau kolom. Hem, Teman Artavista ada yang tahu gimana maksudnya? Sederhananya, ketika parameter masukan adalah nama kolom, fungsi ini akan memberikan return value berupa tabel yang berisi nilai-nilai unik dari kolom tersebut. Selanjutnya, ketika parameternya merupakan nama tabel, fungsi akan memberikan return value berupa nilai unik dari baris-baris tabel tersebut. Mudah bukan?
Nah, penulisan syntax untuk fungsi VALUES() sangatlah mudah:
VALUES(<TableNameOrColumnName>)
Kalau kita terapkan, berikut contohnya:
VALUES(Product[Category])
5. COUNTROWS()
Fungsi COUNTROWS() berfungsi untuk menghitung jumlah baris dari sebuah tabel. Nantinya, akan menghasilkan return value berupa bilangan bulat. Bagaimana fungsi pada fitur DAX ini sangat berguna bukan? Apalagi saat baris data yang Anda kerjakan mencapai rubuan.
Syntax:
COUNTROWS ( [<Table>] )
Kalau kita terapkan, hasilnya begini nih:
COUNTROWS (Customer)
6. SUMX()
Teman Artavista pernah nggak mendengar atau bahkan menggunakan fungsi ini? Penggunaan fungsi ini hampir mirip dengan fungsi SUM(). Fungsi SUM sendiri adalah fungsi agregat yang menghitung jumlah dari sekumpulan nilai. Sedangkan fungsi SUMX() ini lebih kompleks lagi loh. Begini penjelasannya, fungsi SUMX() adalah fungsi penghitungan berulang yang menghitung jumlah nilai untuk setiap nilai dalam tabel. Untuk menjalankannya, dibutuhkan dua argumen yaitu ekspresi yang menghitung nilai untuk setiap baris dalam tabel dan nama tabel. Kita coba pahami syntax dan contoh penggunaan keduanya:
Syntax:
SUM(<column>)
Contohnya:
TotalPenjualan = SUM (Pesanan[Penjualan])
Syntax:
SUMX(<table>, <expression>)
Begini nih contohnya:
TotalPenjualan = SUMX (Pesanan, Pesanan[Penjualan] * Pesanan[Jumlah]
7. AVERAGEX()
Saat mendengar kata Average yang pertama terlintas pasti berkaitan dengan rata-rata bukan? Yap, fungsi ini penggunaannya sama dengan fungsi AVERAGE() hanya saja lebih kompleks. Mirip dengan SUM dan SUMX() di poin sebelumnya ya!
AVERAGE() untuk menghitung nilai rata-rata pada kolom, sedangkan kalau AVERAGEX() berfungsi untuk menghitung rata-rata dari sekumpulan ekspresi yang dijalankan pada tabel.
Begini penulisan syntaxnya:
AVERAGEX(<table>,<expression>)
Mari, sekarang kita terapkan pada tabel:
AVERAGEX(InternetSales, InternetSales[Freight]+ InternetSales[TaxAmt])
8. MIN() atau MAX()
Kedua fungsi ini pasti sudah tidak asing bukan? Sesuai namanya, fungsi MIN() digunakan untuk mengambil nilai terkecil pada kolom atau ekspresi. Sedangkan, fungsi MAX() untuk mengambil nilai terbesar.
Nah, penulisan syntax untuk fungsi MIN() sangatlah mudah:
MIN(<column>)
MIN(<expression1>, <expression2>)
Kalau kita terapkan, maka hasilnya seperti ini:
MIN([ResellerMargin])
9. RELATED()
Sesuai namanya, fungsi RELATED() digunakan untuk mengembalikan nilai dari kolom yang berkaitan dengan tabel. Bagaimana nih maksudnya? Nantinya ketika Anda menuliskan syntax masukan nilai yang ingin anda ambil dari tabel sebagai parameter. Begini nih contohnya:
Syntax:
RELATED(<column>)
Saat kita terapkan syntax tersebut hasilnya seperti:
RELATED ( ‘Product'[List Price] )
Agar makin memudahkan pemahaman Anda, yuk kita cari contoh yang lain. Misalkan Anda memiliki dua tabel, “Penjualan” dan “Produk,” yang terhubung melalui kolom “ProdukID.” Lalu Anda ingin menghitung jumlah penjualan berdasarkan nama produk. Nah, Teman Artavista bisa gunakan fungsi RELATED() ini. Beginilah caranya:
- Tabel “Penjualan” memiliki kolom “ProdukID” yang berisi ID produk.
- Selanjutnya, Tabel “Produk” memiliki kolom “ProdukID” yang juga berisi ID produk, serta kolom “NamaProduk” yang berisi nama produk sesuai ID.
Kita bisa menuliskan syntax menjadi seperti ini:
TotalPenjualan= SUMX(Penjualan, RELATED(Produk[NamaProduk]))
10. USERELATIONSHIPS()
Wah ada kata relation atau relasi, menurut Teman Artavista apa kegunaan fungsi USERELATIONSHIP() ini? Fungsi ini berguna untuk menentukan hubungan yang akan digunakan dalam perhitungan tertentu. Lalu apa return value atau nilai yang dihasilkan? Nah, fungsi ini tidak mengembalikan nilai, hanya mengaktifkan hubungan yang ditunjukkan selama penghitungan. Yuk kita lihat syntax dan penerapannya:
Syntax:
USERELATIONSHIPS(<columnName1>,<columnName2>)
Kalau kita terapkan hasilnya seperti ini:
USERRELATIONSHIPS(‘Sales’[CustomerID],’Customer’[CustomerID])
Anda Ingin Belajar DAX?
Setelah mengetahui fungsi DAX yang sangat membantu kita dalam Analisa dan Visualisasi Data, apakah Teman Artavista ingin mulai belajar DAX?
Anda dapat belajar DAX dari berbagai sumber mulai dari tutorial, kelas online, bahkan training secara offline. Artavista sebagai perusahaan yang telah banyak membantu perusahaan dan institusi baik swasta maupun pemerintahan juga menyediakan training Visualisasi Data dengan Power BI. Silakan hubungi 0857 0713 2649 untuk penawaran pelaksanaan Workshop Pelatihan Tableau, Power BI, Looker Studio atau konsultasi bersama kami.
Nah, itulah artikel terkait Fungsi DAX di Power BI yang mengoptimalkan pekerjaan data Anda. Bila artikel ini bermanfaat, bagikan juga agar rekan Anda juga dapat insight! See you.