Apa perbedaan fungsi SUM dan SUMX pada DAX? Topik ini seringkali membingungkan bagi pengguna Power BI. Padahal memahami perbedaan keduanya sangat penting agar Anda dapat bekerja dengan banyak daya secara efektif.
Di artikel sebelumnya, kita telah mengulas bahwa DAX menyediakan fungsi bawaan yang sangat berguna untuk melakukan berbagai jenis perhitungan. Nah, fungsi SUM dan SUMX menjadi fungsi yang sering digunakan dalam analisa dan visualisasi data loh. Meskipun keduanya terlihat mirip, namun perbedaannya cukup signifikan. Artikel ini akan mengulas perbedaan fungsi SUM dan SUMX. Check this out!
SUM() vs SUMX()
Sebelum kita lanjut membahas dua fungsi ini, mari kita pahami dulu perbedaan keduanya secara sederhana, agar memudahkan pemahaman kita selanjutnya.
- SUM() hanya beroperasi pada satu kolom dan tidak mengevaluasi baris demi baris.
- SUMX() dapat beroperasi pada beberapa kolom dalam sebuah tabel dan dapat mengevaluasi baris demi baris di kolom tersebut.
Fungsi SUM() DAX
Sesuai namanya fungsi SUM ini berarti penjumlahan. Fungsi ini adalah fungsi agregasi dasar yang digunakan untuk menghitung jumlah semua nilai dalam satu kolom. Menurut teman Artavista bagaimana fungsi SUM bekerja dalam menjumlahkan sekumpulan nilai? Kita membutuhkan kolom nilai sebagai parameter dan nantinya akan menghasilkan return value berupa penjumlahan dari kumpulan nilai dalam kolom tersebut. Penulisan syntax (kode program) fungsi SUM:
Syntax: SUM(<Column>)
Contoh Penggunaan Fungsi SUM #1
Sekarang kita lanjut ke contohnya:
Misalkan, kita ingin mengetahui total penjualan keseluruhan yang diperoleh dari kolom Sales pada table Store. Maka, kita bisa menuliskan syntax (kode) seperti ini:
TotalSales = SUM(Store'[Sales])

Dari gambar di atas, kita bisa melihat bahwa SUM menghasilkan nilai Total Sales dari kolom Sales.
Contoh Penggunaan Fungsi SUM dengan Filter #2
Kita juga bisa menggunakan fungsi SUM yang dikombinasikan dengan fungsi lain. Misalnya nih dengan fungsi Filter. Misalkan, kita akan menghitung total penjualan yang diperoleh dari kolom Sales pada table Store dari kategori Furniture. Artinya, kita akan menghitung total penjualan hanya dari kategori furniture saja. Maka, penulisan kodenya seperti ini:
SUM with Filter =CALCULATE( SUM(‘Store'[Sales]),FILTER(‘Global-Store’, ‘Store'[Category]=”Furniture”))

Fungsi SUMX() DAX
Sekarang kita lanjut ke fungsi SUMX. Mungkin teman Artavista sudah pernah mendengar kalau fungsi SUMX ini mampu menjalankan perhitungan yang lebih kompleks? Yap, benar sekali. Begini pengertiannya, fungsi SUMX adalah fungsi penghitungan berulang (iterasi) yang menghitung jumlah nilai untuk setiap baris dalam tabel, kemudian mengembalikan hasilnya.
SUMX(<table>, <expression>)
Contoh Penggunaan Fungsi SUMX #1
SUMX adalah fungsi iterator, ia bisa melakukan perhitungan yang berulang. Dengan fungsi ini, Anda dapat melakukan operasi pada beberapa kolom dalam baris tabel.
Sekarang kita lanjut ke contohnya:
Misalkan Anda ingin mengetahui jumlah dari kolom Penjualan dan Keuntungan secara bersamaan. Karena SUMX merupakan fungsi iterasi, maka fungsi ini dapat melakukan operasi perhitungan pada baris dengan tepat. Anda dapat menuliskan syntax seperti ini:
Sales + Profit =SUMX(‘Store’ , ‘Store'[Sales] + ‘Store'[Profit])
Nantinya, output akan seperti ini:

Contoh Penggunaan Fungsi SUMX #2
Contoh kedua ini, kita menggunakan fungsi FILTER dan logika OR. Beginilah penerapannya:
SUMX with OR = SUMX(FILTER (‘Store’, OR (‘Store'[Category] = “Furniture”, ‘Store'[Sub-Category]=”Chairs”)), ‘Store'[Sales])

Perbandingan SUM dan SUMX
Dari contoh di atas, apa yang Teman Artavista pahami tentang perbedaan keduanya? Sebenarnya, perbedaan antara SUM dan SUMX terletak pada seberapa kompleks perhitungan dan data yang akan kita olah. SUM adalah fungsi langsung yang hanya menjumlahkan kumpulan angka dalam kolom, sedangkan SUMX mempunyai kemampuan iterasi sehingga memudahkan kita untuk melakukan penyesuaian dalam perhitungan.
Seperti contoh di atas, saat kita ingin menghitung total penjualan maka kita akan menggunakan fungsi SUM dari kolom penjualan, kemudian memperoleh nilai total. Namun bagaimana jika Anda tidak memiliki kolom ‘penjualan’ dan hanya mempunyai kolom ‘kuantitas’ dan ‘harga’ saja? Nah, di sini Anda dapat menggunakan fungsi SUMX dengan ekspresi (‘kuantitas’ * ‘harga’) untuk menghitung setiap baris kemudian memperoleh total penjualan secara keseluruhan.
Pertanyaannya, kapan sebaiknya kita menggunakan setiap fungsi?
Gunakan SUM ketika Anda menjumlahkan angka dalam suatu kolom dengan cepat dan tidak memerlukan penghitungan baris demi baris. Selanjutnya, gunakan SUMX ketika Anda perlu melakukan perhitungan baris demi baris sebelum menjumlahkan hasilnya.
Kesimpulan
Setelah membaca artikel ini apakah teman Artavista sudah bisa membedakan penggunaan fungsi SUM dan SUMX? Memahami perbedaan keduanya, mulai dari kapan dan bagaimana menggunakannya sangat membantu dalam menganalisa lebih dalam data Anda dengan melewati langkah-langkah rumit yang mungkin saja Anda terapkan.
Sederhananya, fungsi SUM digunakan untuk penghitungan penjumlahan sederhana dalam satu kolom, sedangkan fungsi SUMX digunakan untuk penghitungan lebih kompleks yang memerlukan iterasi pada tabel.
Nah, itulah artikel terkait Perbedaan Fungsi Sum dan Sumx di Power BI. Kalau Anda ingin belajar DAX bisa bersama Artavista! Kami telah banyak membantu perusahaan dan institusi baik swasta maupun pemerintahan untuk analisa dan visualisasi data melalui kegiatan training Visualisasi Data dan Jasa Visualisasi Data. Silakan hubungi 0857 0713 2649 untuk penawaran pelaksanaan Workshop Pelatihan Power BI, Tableau dan Looker Studio atau konsultasi bersama kami sekarang.