Seperti apa Power BI vs Looker Studio pada berbagai divisi di perusahaan?
Setelah sebelumnya, kita sudah mengulas Cara Mengoptimalkan Power BI dengan Mudah, kali ini Artavista akan membahas perbandingan lengkap antara Looker Studio dan Power BI, serta bagaimana keduanya bisa diterapkan di berbagai divisi seperti HR, sales, dan manajemen.
Memasuki tahun 2025, semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mulai berinvestasi pada tools Business Intelligence (BI) seperti Looker Studio dan Power BI. Keduanya mampu mengubah data mentah menjadi dashboard interaktif, laporan visual dan insight strategis yang membantu pengambilan keputusan.Namun, meski sama-sama berfungsi sebagai alat visualisasi data, keduanya punya pendekatan, ekosistem dan keunggulan yang berbeda. Yuk langsung kita simak!
Apa Itu Looker Studio?
Looker Studio (sebelumnya Google Data Studio) adalah tools gratis dari Google untuk visualisasi data. Mudah diakses secara online via browser. Dengan Looker Studio, data yang rumit bisa diubah menjadi grafik, diagram, dan dashboard interaktif yang mudah dipahami.
Seperti yang telah kita tahu, Looker satu ekosistem dengan Google sehingga terintegrasi dengan Google Sheets. Anda bisa membuat form lalu diolah hasilnya di Looker Studio. Paling keren lagi, Looker Studio mampu membuat visualisasi tanpa coding,
Nah, Looker Studio cocok untuk Anda yang butuh laporan sederhana, cepat, dan gratis, terutama jika sudah menggunakan ekosistem Google seperti Analytics, Sheets dan Ads.
Apakah Looker Studio Gratis untuk Digunakan?
Banyak yang masih bingung membedakan Looker dan Looker Studio.
Looker Studio (dulu Google Data Studio) adalah versi gratis dari Google untuk membuat dashboard interaktif. Cocok untuk UKM, freelancer, atau tim marketing yang hanya butuh visualisasi data sederhana yang berkolaborasi dengan Google Sheets, Analytics, atau Ads.
Sedangkan Looker versi berbayar ditujukan untuk perusahaan besar dengan kebutuhan pemodelan data, integrasi data warehouse dan governance tingkat lanjut.
Jika hanya butuh laporan ringan, gunakan Looker Studio (gratis). Tapi kalau perusahaan sudah membutuhkan visualisasi data yang lebih kompleks maka pilih Looker (berbayar).
Apa Itu Power BI?
Lanjut ke Power BI….
Power BI adalah tools visualisasi data dan analisa data dari Microsoft. Tools ini bisa menghubungkan berbagai sumber data, mulai dari Excel, database SQL, hingga layanan cloud, selanjutnya menampilkannya dalam bentuk dashboard interaktif.
Cocok untuk perusahaan atau divisi yang ingin analisis lebih dalam, apalagi jika sudah terbiasa memakai produk Microsoft. Tersedia dua versi yaitu versi gratis (Power BI Desktop) dan berbayar (Power BI Pro/Premium) untuk kolaborasi tim.
Apakah Power BI Gratis?
Power BI tersedia gratis yaitu Power BI Desktop. Dengan versi ini, pengguna bisa:
- Membuat dashboard dan laporan interaktif,
- Mengimpor data dari Excel, CSV, atau database lokal,
- Mengolah data menggunakan Power Query.
Namun, versi gratis mempunyai beberapa keterbatasan:
- Dashboard hanya bisa disimpan di komputer lokal,
- Tidak ada kolaborasi online atau berbagi laporan ke tim,
- Fitur enterprise seperti refresh otomatis terbatas.
Untuk kolaborasi tim dan akses cloud, Microsoft menyediakan Power BI Pro (berbayar per bulan), serta Power BI Premium untuk skala perusahaan.
Jadi, Power BI bisa gratis kalau Anda hanya butuh analisa individu, tanpa berbagi secara online. Tapi untuk kolaborasi dengan tim dan integras yang lebih luas, lisensi berbayar tetap diperlukan.
Dari keduanya, manakah Tools Visualisasi Data yang sering Teman Artavista gunakan?
Ingin lebih mahir mengolah data dengan Power BI atau Looker Studio?
Mari berkonsultasi dan kami! Konsultasi Gratis. Tidak hanya itu, kami juga menyediakan Training Data Visualization atau Pelatihan Visualisasi Data – hubungi kami di 0857-3556-4417 untuk dapatkan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan Anda!
Perbandingan Looker Studio vs Power BI
Lanjut ke perbandingan dua tools visualisasi data populer ini yuk…
Baik Looker Studio maupun Power BI, keduanya mampu mengubah data mentah menjadi insight visual yang mudah dipahami. Hanya saja, fitur dan pendekatannya berbeda.
Agar lebih jelas, mari kita bandingkan satu per satu.
1. Visualisasi & Kustomisasi
- Power BI
Menyediakan banyak pilihan grafik (bar, line, scatter, heatmap, dll.), dengan interaksi tingkat lanjut seperti drill-down dan real-time update. Kelebihan lainnya adalah kemampuan untuk membuat dashboard interaktif yang sangat detail. Misalnya, manajer penjualan bisa mengklik kota tertentu pada peta interaktif, lalu otomatis melihat detail performa sales di wilayah tersebut. - Looker Studio
Looker Studio lebih sederhana, sehingga cocok untuk laporan cepat. Visualisasi standar seperti tabel, pie chart, bar chart sudah tersedia dan cukup untuk kebutuhan secara umum. Kemudahan yang paling disenangi yaitu fitur drag and drop yang memudahkan siapa saja membuat visualisasi data tanpa coding.
Kesimpulan: Power BI unggul untuk visualisasi kompleks dan fleksibel, sedangkan Looker Studio cocok untuk visualisasi data yang sederhana dan cepat.
2. Konektivitas Data
- Power BI
Mendukung integrasi dengan banyak sumber, baik on-premise maupun cloud. Bisa terkoneksi ke Excel, SQL, Azure, dan ratusan konektor lain. Power BI bisa mengakses dataset besar tanpa harus mengimpor seluruh data, sehingga performa lebih cepat. - Looker Studio
Lebih unggul dalam ekosistem Google. Integrasi dengan Google Analytics, Google Ads, BigQuery dan Google Sheets sangatlah mudah.
Kesimpulan: Jika data Anda atau perusahaan banyak di Microsoft dengan sumber yang beragam, kami merekomendasikan Power BI. Sebaliknya, jika data Anda terpusat di ekosistem Google akan lebih mudah pakai Looker Studio.
3. . Pemodelan & Transformasi Data
- Power BI
Punya Power Query untuk transformasi data secara visual dan DAX untuk perhitungan kompleks. Mudah dipakai baik oleh pemula maupun pengguna berpengalaman. Dengan Power Query, Anda bisa membersihkan data, menggabungkan tabel, memfilter kolom, hingga membuat perhitungan tanpa coding rumit. Ini memudahkan pengguna non-teknis. - Looker
Menggunakan LookML untuk membuat model data yang reusable. Memberi konsistensi logika bisnis di seluruh dashboard. Namun butuh skill teknis untuk setup awal.
Kesimpulan: Untuk pemodelan sederhana cukup dengan Power BI. Untuk governance dan model data yang konsisten, Looker enterprise lebih kami rekomendasikan.
4. Deployment & Infrastruktur
- Power BI
Bisa digunakan secara cloud maupun on-premises. Untuk perusahaan di Indonesia yang memiliki regulasi ketat terkait data (misalnya sektor keuangan dan kesehatan), sebagian besar akan memilih opsi on-premises agar data tetap tersimpan di server internal. - Looker Studio
Sepenuhnya berbasis cloud. Update dilakukan otomatis, tidak perlu maintenance server, tapi tidak cocok jika perusahaan diwajibkan menyimpan data lokal.
Kesimpulan: Power BI lebih fleksibel dari sisi deployment.
5. Governance & Keamanan
- Power BI
Dari segi keamanan Power BI sangat cocok untuk perusahaan yang diatur regulasi ketat. Karena tersedianya kontrol akses berbasis peran (role-based access control), integrasi dengan Azure Active Directory, row-level security, hingga audit log. - Looker
Menawarkan keamanan granular lewat LookML, governance terpusat, serta audit trail yang detail. Model keamanan ditulis sebagai kode, sehingga konsisten di seluruh organisasi.
Kesimpulan: Menurut kami, kedua tools Visualisasi Data ini dari segi keamanan sudah sangat kuat dan tidak perlu diragukan lagi, hanya saja Power BI lebih praktis untuk perusahaan yang sudah menggunakan ekosistem Microsoft, sedangkan Looker unggul dalam standarisasi.
6. Kolaborasi & Berbagi
- Power BI
Laporan bisa dipublikasikan ke layanan Power BI Service. Tim dapat berkolaborasi, mengatur akses dan mengatur pembaruan otomatis. - Looker Studio
Terintegrasi dengan Google Workspace, sehingga berbagi laporan semudah berbagi Google Docs atau Sheets. Ini memudahkan tim marketing atau agency yang terbiasa bekerja dengan Google Drive.
Kesimpulan: Looker Studio lebih unggul dalam kemudahan berbagi, karena saat ini hampir semua sisi yang bergerak di bidang teknologi menggunakan layanan dari Google, disisi lain Power BI lebih kuat untuk kolaborasi skala besar dengan kontrol akses yang lebih baik.
7. CI/CD & Versi Kontrol
- Looker
Teman Artavista ada yang pernah menggunakan Git? Sederhanaya, GIT adalah sistem version control yang biasa dipakai developer untuk melacak perubahan kode. Looker sudah mendukung Git secara native. Dengan dukungan Git, tim data engineer bisa melakukan branching, pull request, code review, hingga deployment. Hasilnya, workflow lebih rapi dan konsistensi model data lebih terjaga, karena setiap perubahan sangat mudah terlihat. - Power BI
Power BI juga mulai mendukung CI/CD lewat integrasi dengan Azure DevOps. Fitur ini cukup kuat, tapi setup-nya lebih rumit dan belum sefleksibel Git native di Looker.
Kesimpulan: Untuk tim besar yang butuh version control modern agar kolaborasi tetap rapi, sudah lebih jelas Looker lebih unggul.
8 Harga
- Power BI
Tersedia versi gratis yaitu Power BI Desktop. Hanya saja, tidak bisa diakses secara online, sehingga sulit untuk berkolaborasi. Nah, kalau mau berkolaborasi dengan banyak pengguna bagaimana? Tenang saja, Teman Artavista bisa upgrade ke Power BI Pro (berbayar per pengguna) dan Power BI Premium untuk enterprise. - Looker Studio
Looker Studio sudah jelas 100% gratis dan bisa langsung digunakan siapa saja, sehingga cocok untuk individu, UMKM, tim kecil hingga startup. Sementara itu, Looker (Enterprise) berbayar dengan model lisensi platform ditambah biaya per pengguna. Dengan begitu, harganya biasanya lebih mahal dibanding Power BI, banyak digunakan oleh perusahaan besar dengan kebutuhan data yang kompleks.
Kesimpulan: Dengan budget terbatas, Looker Studio atau Power BI Desktop sudah cukup untuk membuat visualisasi data. Kemudian, untuk enterprise, biaya Power BI biasanya lebih ramah dibanding Looker.
Nah, dari perbandingan Power BI dan Looker Studio diatas manakah yang sesuai dengan perusahaan atau divisis Teman Artavista? Bila ada pertanyaan mari berdiskusi dengan kami di 0857-3556-4417. Diskusi gratis!
Bagaimana Power BI dan Looker Studio Digunakan di Berbagai Divisi Perusahaan?
Kalau boleh tahu divisi Teman Artavista pakai tools visualisasi data apa?
Seperti yang telah kita ketahui, secara umum setiap divisi dalam perusahaan memiliki kebutuhan data yang berbeda. HR fokus pada kinerja dan absensi, sales pada target penjualan, sementara manajemen ingin melihat gambaran besar bisnis.
Nah, di sinilah Power BI dan Looker Studio berperan dalam membantu tiap tim mengubah data mereka menjadi insight visual yang mudah dipahami dan bisa langsung digunakan untuk pengambilan keputusan. Tools visualisasi data mana yang cocok untuk berbagai divisi di perusahaan Anda? Yuk simak!
1. HR (Human Resources)
Divisi HR kini makin bergantung pada data untuk mengukur kinerja karyawan, tingkat absensi, dan efektivitas pelatihan.
- Power BI untuk HR: dapat membuat dashboard absensi, turnover rate, dan analisis kinerja per departemen.
- Looker Studio untuk HR: cocok untuk laporan sederhana seperti hasil survei kepuasan karyawan yang diambil dari Google Forms atau Sheets.
Contoh penggunaan: HR dapat memantau tren resign karyawan dari waktu ke waktu, lalu menghubungkannya dengan data pelatihan atau beban kerja.
2. Sales & Marketing
Tim penjualan dan pemasaran membutuhkan visualisasi real-time untuk memantau target dan performa.
- Power BI untuk Sales: menghubungkan data CRM seperti HubSpot atau Excel untuk memantau pipeline dan revenue.
- Looker Studio untuk Marketing: mudah digunakan untuk menampilkan performa iklan dari Google Ads, YouTube dan Analytics.
Contoh penggunaan: Sales Manager bisa melihat performa per wilayah, sedangkan tim marketing memantau efektivitas kampanye digital.
Coba kita lihat dashboard di atas sebagai salah satu contohnya. Dashboard ini digunakan oleh divisi marketing dan media promosi untuk memantau performa kampanye iklan di berbagai area. Melalui tampilan interaktif ini, tim dapat melihat jumlah vendor, media, brand, serta industri yang terlibat, sekaligus memantau distribusi titik iklan di peta wilayah.
Kunjungi juga artikel terkait tim sales, klik disini Pelatihan Tableau untuk Tim Sales, Maksimalkan Penjualan!
3. Finance & Accounting
Laporan keuangan sering kompleks dan membutuhkan analisis lintas periode.
- Power BI: unggul untuk membuat analisis anggaran, profit margin dan cost center dengan data besar.
- Looker Studio: cocok untuk menampilkan laporan kas masuk ATAU keluar harian dari Google Sheets.
Contoh penggunaan: CFO dapat melihat cash flow trend dan membandingkan realisasi biaya dengan anggaran.
4. Operations & Logistics
Divisi operasional memerlukan monitoring performa harian seperti produksi, pengiriman dan efisiensi proses.
- Power BI: bisa menampilkan metrik produksi harian, kapasitas gudang, hingga waktu pengiriman.
- Looker Studio: cocok untuk pelaporan cepat berbasis Google Sheets yang diperbarui harian.
Contoh penggunaan: Manager operasional bisa melacak jumlah pengiriman tepat waktu dan efisiensi rute distribusi.
5. Manajemen & Eksekutif
Pimpinan perusahaan membutuhkan gambaran besar yang cepat dan akurat.
- Power BI: menampilkan dashboard gabungan dari seluruh divisi, lengkap dengan KPI strategis.
- Looker Studio: menyediakan tampilan ringan untuk laporan eksekutif yang bisa diakses langsung melalui browser.
Contoh penggunaan: Direktur bisa memantau performa perusahaan dari dashboard tunggal mulai dari penjualan, keuangan, hingga HR
Setiap divisi bisa mendapatkan manfaat berbeda dari kedua tools visualisasi data tersebut.
- Looker Studio cocok untuk laporan cepat, ringan dan terhubung dengan Google.
- Power BI unggul untuk analisis mendalam, integrasi data kompleks, dan skala enterprise.
Dari kedua tools visualisasi data Power BI dan Looker Studio, menurut kami tidak ada jawaban yang pasti mana yang cocok. Pemilihannya harus disesuaikan dengan sumber daya, kebutuhan, ekosistem teknologi, anggaran dan target pertumbuhan perusahaan Anda.
Ingin Tahu Bagaimana Power BI atau Looker Studio Bisa Digunakan di Perusahaan Anda?
Konsultasi gratis bersama tim Artavista untuk menemukan solusi visualisasi data terbaik bagi HR, Sales, Finance dan tim Anda lainnya.
Hubungi kami sekarang dan tingkatkan kemampuan analisis data tim Anda bersama Artavista! Hubungi kami sekarang di 0857-3556-4417 untuk info lebih lanjut! Terapkan langsung di pekerjaan Anda dan lihat bagaimana produktivitas tim divisis Anda meroket!
Tidak hanya Power BI dan Looker Studio, kami juga menyelenggarakan Training, Workshop atau Pelatihan Excel, Tableau serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan analisa dan visualisasi data di seluruh wilayah Indonesia baik online maupun offline.